Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi Fasilitasi Mediasi antara Petani dan Bulog

Proses mediasi antara petani dan para kepala desa dengan pihak Bulog di Gudang Bulog Candirejo, Kabupaten Nganjuk, Senin 24 Maret 2025

Nganjuknews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk memberikan ruang mediasi antara para petani dengan Perum Bulog terkait anjloknya harga gabah.

Mediasi ini berlangsung di Gudang Bulog Candirejo, Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin 24 Maret 2025.

Langkah ini diambil setelah sejumlah petani dan kepala desa mendatangi Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, untuk mengadukan nasib warganya yang kesulitan menjual hasil panen dengan harga layak ke Bulog.

Para petani mengeluhkan bahwa Bulog tidak membeli gabah mereka, sehingga mereka terpaksa menjual hasil panen ke tengkulak dengan harga lebih rendah.

Menyikapi hal ini, Kang Marhaen, sapaan karib Marhaen Djumadi, langsung memfasilitasi pertemuan antara petani dan pihak Bulog guna mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

Dalam mediasi tersebut, perwakilan Bulog menjelaskan bahwa keterbatasan pembelian disebabkan oleh stok gudang yang masih penuh, Prosedur Operasional Standar (SOP) yang harus dipatuhi, serta keterbatasan alat pengering.

Selain itu, banyak petani yang belum terdaftar dalam sistem, sehingga belum memenuhi persyaratan administrasi untuk menjual gabah ke Bulog.

Kang Marhaen menegaskan bahwa Pemkab Nganjuk berkomitmen untuk mencari solusi yang menguntungkan petani.

“Kami memahami kesulitan yang dihadapi petani,, dan akan terus berupaya agar ada titik temu yang tidak merugikan pihak manapun,” ujar, Senin 24 Maret 2025.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Nganjuk akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Bulog dan dinas terkait, untuk memastikan lebih banyak petani dapat terdaftar dalam sistem, serta mengupayakan langkah strategis agar harga gabah tetap stabil dan menguntungkan petani.